Sunday, August 12, 2012

Waktu

Dilihat dari Last Post : 21 March 2007, kalau dihitung-hitung sepertinya telah 5 tahun lebih saya tidak menyentuh blog ini. Sudah "5 tahun" di mana saya telah melewati masa SMP n SMA sebagai masa yang paling sulit terlupakan. Banyak hal-hal yang telah terjadi selama ini. Yang akan saya ceritakan 1 per satu nantinya.

Kalau ditanya apa gerangan saya mengaktifkan kembali blog ini setelah sekian lama?. Mungkin alasan yang tepat adalah saya segera memasuki bangku kuliah awal September ini dan akan meninggalkan kampung halaman yang telah menaungi saya selama 18 tahun. Dan inilah saatnya memulai suatu kehidupan baru yang lebih mandiri dan jauh dari keluarga. Tentunya kehidupan baru akan dipenuhi tantangan sehingga pasti banyak pengalaman yang dapat saya share-kan dan sekaligus blog ini dapat digunakan sebagai media untuk mencurahkan perasaan (curhat).

Dan sebagai sebuah awalan, saya tidak akan post yang berat-berat, mungkin sebuah puisi adalah pilihan yang pas. Sebuah puisi dengan judul "Waktu" yang dikarang oleh saya sendiri tanggal 26 April 2010 saat masih kelas 1 SMP. Ini juga puisi yang pertama kali dikarang dengan penuh antusias dan dinilai cukup berhasil dalam mengekspresikan diri saya saat menampilkannya.

Waktu

Waktu…

Siapakah engkau

Kau berjalan dan terus berjalan

Kau berjalan di waktu aku suka

dan kala aku duka

Tetapi kau selalu tertawa di atas penderitaanku

Tidakkah kau mengasihaniku



Engkau sungguh kejam

Kau berjalan begitu cepat di saat aku bahagia

Namun kau berjalan lambat saat ku menderita

Kau selalu memudarkan rasa gembira dan senang

Kau meninggalkan rasa sedih, sakit, pedih dan perih



Waktu…

Dimanakah engkau itu

Di masa depan, kini atau lampau

Mengapa kau ada di manapun ku berada

Mengapa kau selalu di depanku



Engkau sungguh luar biasa

Kau mampu menelan usiaku, rupaku, hartaku

Engkau yang membuat segalanya tidak kekal

Engkau sebagai pembunuh


Waktu…

Dapatkah ku memberhentikanmu dengan uang

Satu miliar, dua miliar, tiga miliar

Tidak……..



Bolehkah kau berhenti

Aku sudah lelah mengejarmu

Ku mohon, hentikanlah langkahmu

No comments: